
Jakarta, FP
Sayang kepada anak hingga hari ini memang digelorakan di mana-mana. Bahkan Indonesia pun memiliki hari khusus anak nasional. Sayang itu hanya berjalan sebatas gaung. Pelaksanaanya ternyata masih terbatas kepada mereka yang boleh dikata mapan secara ekonomi dan pengetahuan. Apa buktinya?
Buktinya, hampir setiap hari kita saksikan. Anak-anak usia balita hingga 10 tahunan mengamen di hampir semua perempatan jalan-jalan padat lalu lintas. Mereka dipekerjakan untuk mencari duit dari pagi hingga dini hari. Seperti yang anda lihat di foto, bocah-bocah yang usianya paling banter 5 tahun ini bermain di perempatan fly over Pasar Rebo pada pukul 00:36 dini hari. Gambar bocah-bocah ini saya ambil pada hari Senin dini hari, tanggal 18 Oktober.
Pada akhirnya, anak-anak ini malas untuk belajar karena setiap hari bisa jajan dengan sedikit uang dari jerih payah mereka sendiri. Lalu tanpa pendidikan layaknya bocah seusia mereka yang mendapat kasih sayang melimpah dari orangtuanya, apakah bocah-bocah pengamen jalanan ini akan mampu menjadi bocah yang mampu menolong dirinya sendiri?
Lebih memprihatinkan lagi, mereka bertaruh nyawa. Sedikit lengah, kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melahap mereka. Lalu, orang dewasa yang mempekerjakan mereka, dan biasa berteduh di sekitarnya sambil duduk-duduk mau bertanggungjawab? Pemerintah dan mereka yang peduli pendidikan anak-anak ini sudah semestinya mencari jalan keluar untuk menyelamatkan masa depan pendidikan bocah-bocah balita ini. (dul)
Read More......



