Selasa, 20 Oktober 2009

Balita Dipaksa Menjadi Pengamen Jalanan


Jakarta, FP
Sayang kepada anak hingga hari ini memang digelorakan di mana-mana. Bahkan Indonesia pun memiliki hari khusus anak nasional. Sayang itu hanya berjalan sebatas gaung. Pelaksanaanya ternyata masih terbatas kepada mereka yang boleh dikata mapan secara ekonomi dan pengetahuan. Apa buktinya?


Buktinya, hampir setiap hari kita saksikan. Anak-anak usia balita hingga 10 tahunan mengamen di hampir semua perempatan jalan-jalan padat lalu lintas. Mereka dipekerjakan untuk mencari duit dari pagi hingga dini hari. Seperti yang anda lihat di foto, bocah-bocah yang usianya paling banter 5 tahun ini bermain di perempatan fly over Pasar Rebo pada pukul 00:36 dini hari. Gambar bocah-bocah ini saya ambil pada hari Senin dini hari, tanggal 18 Oktober.

Pada akhirnya, anak-anak ini malas untuk belajar karena setiap hari bisa jajan dengan sedikit uang dari jerih payah mereka sendiri. Lalu tanpa pendidikan layaknya bocah seusia mereka yang mendapat kasih sayang melimpah dari orangtuanya, apakah bocah-bocah pengamen jalanan ini akan mampu menjadi bocah yang mampu menolong dirinya sendiri?

Lebih memprihatinkan lagi, mereka bertaruh nyawa. Sedikit lengah, kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melahap mereka. Lalu, orang dewasa yang mempekerjakan mereka, dan biasa berteduh di sekitarnya sambil duduk-duduk mau bertanggungjawab? Pemerintah dan mereka yang peduli pendidikan anak-anak ini sudah semestinya mencari jalan keluar untuk menyelamatkan masa depan pendidikan bocah-bocah balita ini. (dul)

Read More......

Jumat, 16 Oktober 2009

Cemas di Atas Senyum di Bawah




Jakarta, FP

Saat masih berada di lantai atas, para tamu dan karyawan di Menara Mulia memang tampak cemas. Tapi setiba di halaman, tak sedikit dari mereka yang senyum ha ha hi..



Berbica satu dengan yang lain dengan wajah sumringah. Beberapa memang masih tampak cemas. Mereka yang dalam keadaan seperti ini biasanya tampak bengong, atau duduk bersimpuh. (Abd)

Read More......

Penghuni Mulia Cemas Diguncang Gempa


Jakarta, FP

Gempa yang dirasakan di lantai 18 Menara Mulia, Jalan Jenderal Gatot Subroto terasa begitu lama. Semula para tamu dan karyawan di kantor HSBC, sebuah bank asing di gedung tersebut mematuhi himbauan pengelola gedung untuk tetap di tempat.



Mereka pun menjauhi jendela dan partisi yang berbahan kaca. Namun upaya mereka menenangkan hati kalah kuat dengan guncangan gempa. Akibatnya, mereka memutuskan turun melalui tangga darurat dengan tenang. (Dul)
Read More......

Penghuni Menara Mulia Cemas Digoyang Gempa


Jakarta, FP

Para tamu dan karyawan di perkantoran Menara Mulia Panik digoyang gempa yang terjadi Jumat sore (16/10).



Gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut lebih kecil dibanding gempa sebelumpa yang sama-sama menggoyang Jakarta. Toh, kecilnya skala gempa tak mampu membuat penghuni gedung Menara Mulia tenang dan terus berdiam di tempat. Mereka akhirnya turun setelah sekitar 5 menit bertahan. Turun mungkin lebih bisa menenangkan hati mereka yang terus cemas lantaran gempa tak kunjung berhenti selama beberapa menit. Setidaknya ini dirasakan oleh mereka yang berada di lantai 18. (Abd)

Read More......

Gempa Kembali Guncang Jakarta


Jakarta, FP

Lagi-lagi Jakarta diguncang gempa. Setelah gempa 2 September lalu, Jumat (16/10) gempa kembali mengguncang Jakarta. Meski skalanya 6,4 SR, lebih kecil dibanding sebelumnya, namun karyawan yang berkantor di gedung bertingkat beramai-ramai turun dari lantai atas.
Saat terjadi gempa, penulis sedang berada di lantai 18 Menara Mulia, Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Sekitar satu menit saat gempa terjadi, pengelola gedung menghimbau semua yang berada di lantai atas tidak turun. Satpampun meminta agar semua pintu kantor dibuka dan meminta karyawan dan tamu merapat di sekitar pintu lift. Namun himbauan ini ternyata tak cukup mampu menenangkan puluhan tamu dan karyawan yang saat itu masih bertahan di lantai 18. Maklum, lantai terus terasa bergoyang dan membuat pening kepala. Merekapun menuruni tangga dari lantai 18 menuju lantai dasar. Abd (lihat foto)

1. Karyawan berkumpul di halaman Menara Mulia. Read More......

Selasa, 13 Oktober 2009

Penumpang Busway Dilarikan ke RS Corolus









1. Dua penumpang bus TransJakarta dilarikan ke RS Saint Corolus,
Salemba Raya.


2. Kaca Bus TransJakarta bolong setelah dipecahkan penumpang untuk
penyelamatan.


3. Kejadian ini mengakibatkan kemacetan di Jalan Matraman Raya.

Fotographer: abd Read More......

Bus Berasap Penumpang Busway Lompat


Jakarta, FP

Karena melompat saat bus TransJakarta tak sedang berhenti di halte, beberapa penumpangpun terluka. Ironisnya, kejadian ini berlangsung beberapa meter setelah bus usai meninggalkan halte busway Slamet Riyadi, tepatnya ruas Jalan Matraman Raya arah Senen. Tak pelak, peristiwa yang terjadi pada Senin (12/10) itu membuat beberapa penumpang yang terluka urung masuk kantor. Kebanyakan mereka adalah kaum perempuan.
Sebelum dibopong untuk dibawa ke Rumah Sakit Saint Corolus, Salemba dengan menggunakan busway lainnya. Beberapa korban duduk di separator busway, tepat di depan bus yang mengalami kerusakan mesin itu.

Keterangan dari saksi mata, dan petugas busway yang saya peroleh menyebutkan, saat asap mengepul, para penumpang panik dan di antara mereka ada yang spontan memecahkan kaca bus dengan martil yang tersedia di dinding kaca bus. Mereka pun berlompatan turun hingga mengakibatkan luka terkilir. Saya mendapati kejadian ini saat melintas di lokasi dalam perjalanan menuju Jalan Diponegoro. Saat itu, situasi jalan sedang ngadat lantaran para banyaknya pengendara motor yang berhenti menyaksikan kejadian tersebut.

Menurut salah seorang petugas di lokasi, kejadian ini bermula dari kerusakan mesin yang menyebabkan kepulan asap di ruang dalam bus dan memicu kepanikan penumpang.
Selain mengakibatkan kemacetan. Peristiwa ini memaksa buswai dari arah Kampung Melayu keluar jalur untuk bisa melintas. Hingga pukul dua siang, bus bermasalah tersebut masih belum dievakuasi. (abd) Note: tanggal di dokumen foto tertulis 11 Oktober salah karena salah settingan. Tanggal yang benar adalah 12 Oktober. Read More......